Lukisan bulan

Lukisan bulan

  • WpView
    GELESEN 31
  • WpVote
    Stimmen 11
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Aug. 24, 2025
𝘓𝘶𝘬𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘭𝘢𝘯 Bulan, seorang gadis pendiam yang selalu menuangkan perasaannya lewat kanvas. Baginya, melukis adalah cara untuk berbicara pada dunia tanpa harus bersuara. Setiap guratan kuasnya adalah rahasia, setiap warna adalah emosi yang tak pernah bisa ia ungkapkan. Namun, segalanya berubah ketika sebuah lukisan penting yang ia buat dihancurkan oleh seseorang yang membencinya. Dari situlah luka lama kembali terbuka, dan Bulan harus memilih: menyerah pada rasa sakit, atau bangkit dengan kuas di tangannya untuk melukis kembali harapan. Di antara persahabatan, pengkhianatan, dan mimpi yang hampir padam, *Lukisan Bulan* adalah kisah tentang keberanian menjaga karya, hati, dan dirinya sendiri. --- ⚠️ NO COPY NO PASTE ⚠️
Alle Rechte vorbehalten
#520
anaksekolah
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Change The Plot (Niel)
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • REGAN's Crazy Wife

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien