Hujan di Mata Azla

Hujan di Mata Azla

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 22, 2025
--- Azla adalah jiwa yang sunyi, lahir dari rumah yang pernah hangat lalu retak menjadi keping-keping sepi. Sejak ibunya pergi dipeluk keabadian, dunia baginya terasa kehilangan warna. Ayahnya mencoba melanjutkan hidup dengan membangun rumah baru bersama wanita lain, tapi di hati Azla hanya ada ruang kosong yang tak pernah terisi. Ia tumbuh sebagai anak introvert, lebih akrab dengan suara pikirannya sendiri daripada riuh percakapan di luar sana. Senyum jarang singgah di bibirnya, tapi dalam matanya, dunia menyimpan ribuan kata yang tak pernah sempat terucap. Di antara kesunyian itu, pernah hadir seseorang-bukan kekasih yang sepenuhnya ia miliki, melainkan hati yang saling berlabuh dalam senyap: hubungan tanpa status. Azla sempat merasakan hangatnya dunia yang hampir ia lupa, seakan hidupnya kembali berwarna. Namun keadaan memaksa keduanya menjauh; jalan yang berbeda membuat mereka harus merelakan apa yang tak pernah sempat benar-benar menjadi milik. Yang tertinggal hanyalah jejak rasa, seperti aroma hujan yang perlahan menguap dari tanah basah. - jangan lupa vote & komen Start : 22 Agustus 2025 End : -
All Rights Reserved
#92
sunyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines