BLACK ROSE:'JUSTICE'

BLACK ROSE:'JUSTICE'

  • WpView
    Reads 704
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Dec 4, 20256h 7m
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Di dalam era globalisasi kini,wang, kuasa dan 'takhta' merupakan kuasa 'terbesar' yang mampu mengubah dunia bahkan 'HUKUM ALAM' juga dijual beli oleh 'SANG DURJANA'. Bahkan, manusia menjadi tuli dan buta disaat 'disajikan' oleh kenikmatan duniawi.Sehingga sanggup 'menentang' hukum Sang Ilahi. " 'Umi'...kakak sayang 'Umi'..."-Zinnirah Khalisha " 'Umi' pun sayang kakak juga.Belajar elok-elok...Ingat kita orang susah..."-'Umi'(Che' Zulaikha) Terdengar suara halus sang ibu menasihati dan memujuk anaknya melalui panggilan suara dari sebuah telefon bimbit yang dihadiahkan oleh Sir 'M' dan 'isteri'. "By hook or by crook,just settle down everything,aku dah bagikan apa yang kau nak..."-Tuan Daud "Tapi Tuan..."-Pegawai Saleem Salman "Eh...'senyap' je budak tu..."-Medy(Madihah) "Wei...aku takut wei..."-Ely(Alisha) "Apa kau nak takut kan,relax girl... hahaha,kita 'gurau' je dengan dia..."-Leeda(Azleeda) Zinnirah Khalisha seorang gadis berusia 13 tahun.Seorang pelajar di salah sebuah Sekolah Berasrama Penuh yang terletak di Pantai Timur. "Sir 'M'...Saya tengok Sir 'M' ni handsome lah...hihihi..."-Zinnirah Khalisha Hanya senyuman manis dibalas oleh Sir 'M' buat gadis itu yang merupakan salah seorang dari anak didiknya.Namun kini, dia bagaikan tidak percaya dengan apa yang telah berlaku pada anak didiknya yang juga merupakan anak dari golongan miskin sepertinya yang menjadi tulang belakang bagi keluarga yang mendambakan kejayaan anak mereka.Namun..., "Zinnirah...!!!"-Sir 'M'. "Oh...ni ke 'Cikgu' yang acah-acah 'baik' tu..."-Mohd.Iskandar a.k.a. Mister Izz. Hal ini kerana,Sir 'M' telah dituduh melakukan amang seksual terhadap adiknya,Azleeda. Dan,kesan dari itu 'Sir M' di'bantai' habis-habisan oleh Mister Izz dibantu oleh Organisasi Yakuza 'The Silver Liōn's'. Apa yang berlaku pada Zinnirah Khalisha...? Benarkah tohmahan yang dilemparkan oleh adik Mister Izz....? Bagaimanakah nasib Sir.'M'...? Dimana,nyawa dan keadilan menjadi taruhannya... Black Rose:'Justice'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • DEAR ALYNA [SUDAH TERBIT]
  • C || TUAH AKALIL : THE BEGINNING
  • 'Black Rose 2'
  • Sumandak Si Jejaka Russia
  • MY EX CRUSH:MRS ARSLAN ZULKARNAIN HANZ ©
  • (EBOOK) ISTERI DATO' NAUFAL EZRA
  • [C] LECTURER ITU SUAMI AKU!
  • SIAPA? |✓|

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines