Sebongkah Trauma, Secercah Harapan

Sebongkah Trauma, Secercah Harapan

  • WpView
    Reads 601
  • WpVote
    Votes 210
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
⚠️TRIGGER WARNING⚠️ CERITA INI MENGANDUNG UNSUR BULLYING DAN KEKERASAN SEKSUAL, DIMOHON KEBIJAKAN PEMBACA DALAM MEMAHAMI SETIAP CERITA INI! Almira Anaya atau biasa dipanggil nama akrab yaitu Mira adalah salah satu mahasiswa berprestasi, suatu hari ada peristiwa yang terjadi menimpanya disitulah Mira teringat trauma dibully saat SMP dulu, dimana ketua geng perempuan, Tari bersama komplotannya membuat puncak kejahatan terbesar terhadap Mira, apa yang sebenarnya terjadi kala itu?
All Rights Reserved
#632
teen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines