Lacrimae Lucia (ON GOING)

Lacrimae Lucia (ON GOING)

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 15, 2025
Lucia Brissa Franc, gadis berumur 16 tahun, dengan senyuman yang sangat manis, matanya yang sipit, tinggi badan 165 cm, berat badan 55 kg, dan rambut panjangnya yang indah. Ariella sangat suka melukis, karena dengan melukis ia bisa meluapkan segala emosinya, entah itu saat marah, sedih, atau senang. Ia juga menyukai laut dan bunga, terlebih bunga tulip. Ia adalah putri sulung dari pasangan Zergaf Arion Franc dan Srafina Molyn Franc. Ia memiliki 2 kakak laki-laki, Devon Tyren Franc dan Devan Tioren Franc. Mereka kembar, tetapi kepribadian mereka sangat berlawanan. Lucia beruntung mempuyai kakak kembar yang tampan, tetapi... Mereka berdua membenci Lucia. Kenapa? Karena kejadian 7 tahun lalu yang merenggut nyawa ke dua orang tuanya. CERITA INI HASIL DARI PEMIKIRAN AUTHOR SENDIRI DILARANG KERAS PLAGIATI!! Picture by: pinterest
All Rights Reserved
#25
dramafamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines