our story

our story

  • WpView
    Reads 61,799
  • WpVote
    Votes 3,257
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 21, 2025
Suasana yang berkesan sangat indah dan romantis di Gunung Huangshan dengan adanya sepasang kekasih yang sedang berciuman sambil menikmati keindahan Gunung di belakang Mereka . mengingat dimana hari pertama kali mereka bertemu." huh 2 THN lalu " ucap seorang pria berwajah tampan dengan senyum yang sangat menenangkan menatap kekasih mungil nya yang membuat nya tidak bisa Jauh dari Jangkauan nya, " Dejavu banget! Untung aku Naik waktu itu ,kalau gak ,aku gak bisa nyeblos kamu hehehh " Lanjut seorang pria yang bernama Huangxing sambil terkekeh menatap kekasih nya yang sedang Malu karena ucapannya. Qiu Dieng jie YAP!! kekasihnya bernama Qiu , pemenang Hatinya Seorang Huangxing lelaki idaman semua orang. Qiu tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya ke lengan kekasihnya " lebih tepatnya Untung aja aku balas dm kamu waktu itu ! kalo gak! gak mungkin kita sampe sejauh ini " ucap Qiu huang Xing pun terkekeh mendengar perkataan kekasihnya,sambil mengingat bagaimana perjuangan dia mendapat kan seseorang yang sudah menjadi kekasihnya sekarang.
All Rights Reserved
#33
huangxing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines