Tiga Cahaya Elaria [On Going]

Tiga Cahaya Elaria [On Going]

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing37m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 5, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di Kerajaan Elaria yang megah, kedamaian telah lama bersemi di bawah kepemimpinan Raja Alden dan Ratu Selene. Namun, legenda kuno menyimpan sebuah ramalan: "Ketika kabut hitam menyelimuti negeri, tiga cahaya akan bangkit menuntun jalan." Isabela, Sofia, dan Stella-tiga putri kerajaan dengan hati dan sifat yang berbeda. isabela, penuh wibawa. Sofia, lembut dan penuh imajinasi. Stella, berani dan haus petualangan. Ketiganya hidup dalam dunia istana yang indah... hingga kabar buruk datang dari perbatasan. Kabut hitam mulai bangkit, rakyat ketakutan, dan ramalan kuno mulai terasa nyata. Akankah tiga putri Elaria benar-benar menjadi cahaya bagi kerajaannya? Atau justru hanyut dalam bayangan yang mengancam? Sebuah kisah tentang keberanian, persaudaraan, dan takdir yang tak bisa dihindari. ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepada Yang Telah Melangkah Jauh
  • Camellia
  • Baby Angel Izzam Nik [OG]
  • My Best Mama
  • The Secretary Secret
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • IKATAN ABADI: ANTARA BAYANG DAN CAHAYA [LICHEN]
  • The Sorcerer's Cursed Love (REVISI)

Begitu Elisa menyelesaikan sebuah novel yang berjudul Surat-surat yang Tak Sampai, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya mengenai bagaimana penulis buku itu mengakhiri ceritanya. Cerita yang bertemakan cinta sepihak memang tak pernah memuaskan hati Elisa. Dan di buku itu, tokoh utama perempuan digambarkan sebagai sosok yang bersifat pendiam dan pemalu; hingga sampai akhir, perasaannya yang ditulis ke dalam banyak surat tak pernah sampai kepada sang pujaan hati; sebab semua disimpannya sendiri. Dan 10 tahun yang akan datang, sang tokoh utama malah tersiksa karena tindakan pengecutnya itu. Andai bisa, Elisa ingin sekali mencuri surat-surat itu lalu menyerahkannya langsung pada sang tokoh utama pria, agar hilang rasa gemasnya dan sang tokoh utama perempuan tak perlu memendam dan menyiksa perasaannya. Tetapi itu tidak mungkin, karena Elisa tahu bahwa cerita ini hanyalah fiktif belaka. Elisa juga tahu bahwa dia hanya terbawa perasaan, dia tutup novel itu dan bersiap untuk tidur. Tapi begitu dia membuka mata, dia tidak berada lagi di tempat tidurnya. Identitasnya berubah, dan dia malah bertemu nama-nama orang dari novel terakhir yang dibacanya itu. Awalnya, Elisa yakin bahwa ini hanya mimpi. Dia pun berbuat sesukanya. Tetapi jika benar ini adalah mimpi, bagaimana cara dirinya bangun dari sini? - Copyright © 2021 Namiasa Tanaka

More details
WpActionLinkContent Guidelines