Laatse Nacht di Bandoeng

Laatse Nacht di Bandoeng

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 3, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Laatse Nacht di Bandoeng "Padanja terpatri djanji jang tak pernah sempat terikat, hingga malam menjemputnja dalam senja berdarah." -Raden Ayu Cempaka Kusumadinata Bandoeng, 1942. Di tengah bayang-bayang perang dan bayang kemerdekaan, seorang Raden Ayu dari keluarga ningrat; Raden Ayu Cempaka Kudumadinata dipertemukan dengan pria asing berwajah tenang dan nama palsu: Bastian de Witte. Takdir menyulam kisah keduanya di antara langkah-langkah senyap dan kata-kata yang tak pernah diucapkan. Namun di balik setiap pertemuan ada perpisahan yang mengendap. Ketika rahasia terungkap dan peluru mulai menggantikan bunga di pelataran, janji yang belum sempat terucap justru terpatri lebih dalam. Di antara senja yang berdarah dan malam yang terakhir, cinta harus memilih: tinggal atau menghilang. Sebuah kisah tentang kehilangan yang abadi, perlawanan yang sunyi, dan cinta yang hanya hidup dalam kenangan.
All Rights Reserved
#422
fictional
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Duchess of Valtor
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • ✅ SUAMI KAISAR
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Asmaranala
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines