Anisatul Karimah, seorang gadis berusia dua puluh tahun yang masih setia menapaki jalan perkuliahan. Hidupnya, meski sederhana, sering kali dipenuhi dengan pertanyaan yang sama dan berulang. Pertanyaan yang terdengar ringan, namun mampu menggetarkan ruang hatinya: "Kapan menikah?"
Pertanyaan itu bagai bayangan yang terus mengikuti, hadir di sela-sela tawa, bahkan menodai ketenangan yang berusaha ia bangun. Ada getir yang sulit ia sembunyikan, sebab di balik senyumnya, tersimpan kegelisahan yang tak mudah ia ungkapkan. Bagi Anisa, pernikahan bukan sekadar pesta atau ikatan; ia adalah samudra luas yang menuntut keberanian untuk berlayar. Dan keberanian itu, sejujurnya, belum sepenuhnya ia miliki. Married is scary, batinnya berulang kali berbisik.
Namun, kehidupan selalu punya cara yang tak terduga. Di tengah rasa takut yang menggerogoti, takdir mempertemukannya dengan seseorang sosok yang bagi Anisa terasa seperti jawaban dari doa-doa yang lirih ia bisikkan di sepertiga malam. Hatinya bergetar, seakan Tuhan sendiri menitipkan isyarat: inilah yang kuciptakan untukmu.
Meski begitu, bayangan ketakutan itu tak kunjung sirna. Anisa masih berdiri di antara dua dunia: antara keberanian untuk meraih kebahagiaan, dan keraguan yang membuat langkahnya tertahan. Sebuah dilema yang hanya bisa dipahami oleh hati seorang perempuan.
All Rights Reserved