DILEMA PEREMPUAN

DILEMA PEREMPUAN

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Anisatul Karimah, seorang gadis berusia dua puluh tahun yang masih setia menapaki jalan perkuliahan. Hidupnya, meski sederhana, sering kali dipenuhi dengan pertanyaan yang sama dan berulang. Pertanyaan yang terdengar ringan, namun mampu menggetarkan ruang hatinya: "Kapan menikah?" Pertanyaan itu bagai bayangan yang terus mengikuti, hadir di sela-sela tawa, bahkan menodai ketenangan yang berusaha ia bangun. Ada getir yang sulit ia sembunyikan, sebab di balik senyumnya, tersimpan kegelisahan yang tak mudah ia ungkapkan. Bagi Anisa, pernikahan bukan sekadar pesta atau ikatan; ia adalah samudra luas yang menuntut keberanian untuk berlayar. Dan keberanian itu, sejujurnya, belum sepenuhnya ia miliki. Married is scary, batinnya berulang kali berbisik. Namun, kehidupan selalu punya cara yang tak terduga. Di tengah rasa takut yang menggerogoti, takdir mempertemukannya dengan seseorang sosok yang bagi Anisa terasa seperti jawaban dari doa-doa yang lirih ia bisikkan di sepertiga malam. Hatinya bergetar, seakan Tuhan sendiri menitipkan isyarat: inilah yang kuciptakan untukmu. Meski begitu, bayangan ketakutan itu tak kunjung sirna. Anisa masih berdiri di antara dua dunia: antara keberanian untuk meraih kebahagiaan, dan keraguan yang membuat langkahnya tertahan. Sebuah dilema yang hanya bisa dipahami oleh hati seorang perempuan.
All Rights Reserved
#46
merried
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Unexpectedly Yours
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • ATMA FATAMORGANA
  • MOTHER
  • Stealing My Husband
  • Dua Langit Berbeda

🌴🎀 "Di rumah yang asing, mereka belajar bahwa jarak bisa menyusut hanya dengan satu kalimat: Jangan terlalu jauh." "Kadang cinta tidak datang sebagai dentuman... tapi sebagai langkah kecil yang hampir tidak terdengar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines