Sweet Trouble

Sweet Trouble

  • WpView
    Reads 1,404
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 28, 2025
Diza cuma cewek random yang kena jebakan betmen temennya. Runa bilang itu tantangan gabut. Diza pikir bakal mudah deketin Naren, si bad boy sekolah paling ditakutin. Gara-gara milkshake strawberry, dia kepincut misi gaje itu. Tapi sejak awal, rencana Diza jelas udah berantakan. Alih-alih bikin Naren jatuh ke perangkap, Diza sendiri yang makin kelabakan. Niat hati jadi pemburu, malah dia yang diburu. Gimana ceritanya coba? Belum lagi ada drama tambahan, kakak angkat Diza ternyata musuh bebuyutan Naren! Duh, Diza bakal gimana nih?
All Rights Reserved
#323
wattpad2025
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • LUNA
  • Story about Melina [END]
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • Kau Anggap Aku Apa (Completed)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Hurt Girl! (Completed)
  • 4 Secrets【COMPLETED】
  • My Handsome Bodyguard (TAMAT)

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines