Jejak di Ombak Samudra Hindia

Jejak di Ombak Samudra Hindia

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 15, 2025
Tahun 1938, di tengah bayang-bayang penjajahan Belanda, ribuan orang Jawa dipaksa menandatangani kontrak untuk dikirim ribuan mil jauhnya ke tanah asing bernama Suriname. Mereka dijanjikan upah yang lebih tinggi dan kehidupan yang lebih baik, namun kenyataan yang menanti sering kali adalah kerja keras tanpa henti, keterasingan, dan kerinduan mendalam pada tanah kelahiran. Cerita ini mengikuti perjalanan Sastro, seorang pemuda Surabaya dengan jiwa gelisah, dan Amirah, perempuan yang Sastro cintai yang memiliki sifat yang lembut namun tangguh. Bersama rombongan pekerja kontrak lain, mereka meninggalkan Madiun menuju Pelabuhan Tanjung Perak, lalu menempuh perjalanan laut berbulan-bulan melintasi Samudra Hindia. Sebelum menginjakkan kaki di tanah asing, penderitaan telah dirasakan pribumi di atas kapal. Penderitaan ini tidak pernah dibayangkan Sastro sepenuhnya. Sama seperti dia tidak pernah membayangkan, dia ikut ke dalam rombongan pekerja kontrak ini. Bagaimana Sastro berusaha mempertahankan martabatnya sebagai manusia di tengah samudra? Bagaimana dia hidup di tengah penindasan yang begitu nyata, namun tak banyak yang bisa ia lakukan? Bagaimana pula kisah romansa antara Sastro dan Amirah?
All Rights Reserved
#811
fiksisejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • Duchess of Valtor
  • Asmaranala
  • SUAMI KAISAR
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental
  • The Palace Stewardess
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]

Aveline Rosenthal de Arcyne mati sebelum mahkota menyentuh kepalanya. Dikhianati oleh kaisar yang ia cintai. Ketika ia mengulang kehidupan, Aveline tetap melangkah menuju istana, bukan untuk mengubah nasib, melainkan untuk mengendalikannya. Tunangan itu palsu. Mahkota itu umpan. Dan para pria yang dulu melindungi Seraphielle si gadis bermuka dua. Aveline akan merebut mereka satu per satu. Bukan demi cinta, melainkan demi balas dendam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines