Perjalanan Bus Malam

Perjalanan Bus Malam

  • WpView
    Reads 365
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2026
Kadang, hidup gak berjalan sesuai rencana. Dan kadang, itu bukan salah siapa-siapa, cuma hidup aja yang lagi ngelawak. Aksara Hijau Purba - atau cukup dipanggil "Hijau" - pernah punya mimpi besar: kuliah di luar negeri, hidup sukses, lalu beli Lamborghini kuning metalik sebagai lambang kejayaan. Tapi hidup bilang: "Coba lagi nanti, bro." Pandemi datang, ayahnya jatuh sakit, dan mimpinya menguap pelan-pelan seperti embun yang kepanasan. Sampai suatu malam, dia naik motor tanpa tujuan, hanya ditemani angin dingin kota Sragen dan playlist Spotify yang entah kenapa malah muter lagu galau. Lalu... ada bus tua yang muncul begitu saja dari balik gelap. Catnya kusam, lampunya kuning temaram, tapi ada sesuatu dari bus itu yang terasa... mengundang. Sopirnya tersenyum dengan brewok tipis dan mata jenaka. "Kalau kamu lelah hidup, naik aja," katanya, santai. "Tapi kalau mau cari jawaban... duduk di bangku kru." Hijau masuk - bukan sebagai penumpang, tapi sebagai kru. Dan di situlah perjalanan dimulai. Setiap malam, satu penumpang naik. Satu cerita tertidur. Satu mimpi dimulai. Bus ini bukan cuma kendaraan. Ini semacam pengakuan diam-diam bahwa kita semua punya luka, punya ingin yang tak kesampaian, dan punya pilihan - bangun atau tetap tidur.
All Rights Reserved
#11
penemuanjatidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • DARK FAMILY
  • Jenderal Itu Milikku (Meski Dunia Tak Tahu)
  • Locked Out Of Heaven | Jongsang
  • enemy to love (Completed)
  • Bryatta (ON GOING)
  • Petualangan Liar Nara
  • GIMMICK (For you and our baby)
  • Segno | Hwangmini ✔
  • MY EX-RIVAL

Di setiap putaran reinkarnasi, hanya sang raksasalah yang mengingat semuanya. Ia rela membelah dan memotong bagian tubuhnya, rela melepas manifestasi emosinya, serta rela mencongkel jantungnya sendiri agar sang belahan jiwa bisa bereinkarnasi kembali. ​Terhitung sudah seratus kali reinkarnasi, dan seratus kali pula mereka gagal melakukan penyatuan. Mereka akan terus terjebak dalam putaran reinkarnasi tiada akhir sampai penyatuan itu dapat dilakukan. ​"Nimas, Mustikaning Ragaku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines