We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Have we MET before?

Have we MET before?

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu keliatan familiar di mata aku, kayak seseorang yang aku rindukan selama ini.." "Hmm.. Mungkin kamu salah orang, kita aja baru kenalan sekarang." "Hahaha.. Iya.. Mungkin." .... Zaman dahulu, ada seorang pria yang ingin menyampaikan perasaannya pada wanita yang ia cintai. Namun, sang wanita tewas akibat kecelakaan? Sang pria selalu sedih sepanjang hari karna wanita yang ia cintai dan harapannya sudah tiada didunia. Sang pria pun menolak untuk menikah dengan siapapun, karna cinta pertama sekaligus terakhirnya sudah tiada. Walaupun sang wanita sudah tiada, sang pria terus mencintai sang wanita selamanya. ...... Lalu di zaman sekarang, ada seorang pria dan wanita yang tanpa sengaja berpas-pasan dijalan, mereka saling bertatapan satu sama lain. Familiar, namun keduanya tidak ingat kapan mereka pernah bertemu sebelumnya. *Tentang red string theory. *Don't copy my story. *Jika ada kesamaan cerita, maaf, karna itu kebetulan. *Upload kalau tidak sibuk. by : babydolldreamy
All Rights Reserved
#18
redstringtheory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines