[Karya asli, plagiat tidak diizinkan!].
"Berhenti bersikap seolah-olah kita dekat."
"Diam lebih mudah daripada menjelaskan sesuatu yang bahkan nggak bisa dijelaskan."
"Capek bukan alasan untuk berhenti jadi diri sendiri."
"Gue cuma pengin tahu, siapa sebenarnya Zien Navolleta Wanradels."
"Aku tahu kamu nggak baik-baik aja."
"Kalau aku bilang iya pun, kamu bisa bantu apa?"
Dan begitulah kisah itu dimulai, bukan dari teriakan, tapi dari diam yang terlalu lama.
Diam yang menyimpan rahasia.
Kepompong...
Penuh misteri dan tanda tanya. Dalam diam dan kesunyian, tersembunyi sesuatu yang tak bisa dijangkau siapa pun.
Gadis yang hidup dalam dunia yang tampak sempurna. Langkahnya tenang, suaranya lembut, dan segalanya terlihat begitu teratur.
Zien Navolleta Wanradels, nama yang selalu terdengar nyaris tanpa cela. Cantik, pintar, dan berasal dari keluarga yang terpandang. Semua orang memujanya, namun tak satu pun benar-benar mengenalnya.
Dunia seolah berputar di sekelilingnya, tapi Zien tetap berdiri di tempatnya, diam dan sulit ditebak.
Hingga suatu hari, seseorang datang. Tidak dengan niat mengubah dirinya, hanya ingin tahu siapa gadis yang selalu tampak tak tergoyahkan itu. Kehadirannya perlahan membawa warna baru dalam hidup Zien, memunculkan pertanyaan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
Perlahan satu-persatu tanda tanya dalam hidupnya terjawab, kisah yang lama terkubur rapat-rapat mulai kembali membuka lembaran yang membawa berbagai sudut pandang di tengah dua bunga yang tumbuh bersama tapi dengan warna yang berbeda.
Mungkin, tak semua keindahan lahir dari kebebasan.
Ada yang tumbuh dari diam... seperti kepompong yang menunggu sinar matahari untuk pertama kalinya.
Karena bahkan kupu-kupu pun...
tak bisa hidup tanpa cahaya.
━━━━━━━━━━━━━━━━
PERHATIAN!
Cerita ini mengandung unsur yang mungkin sensitif bagi sebagian pembaca, antara lain:
• Trauma
• Kekerasan (fisik/emosional)
• Kata kasar
• Isu kesehatan m
Todos los derechos reservados