Jejak Penantian

Jejak Penantian

  • WpView
    Reads 678
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2026
"Jadi, kamu mau enggak? Jadi pacar aku?" "Jujur, aku bingung jawabnya gimana. Dari awal, kita kan cuman temen aja..." "Yaudah, berarti kamu naik level jadi pacar aku." "Ih! Kamu kira ini seleksi nyari jodoh?!" •••••••• Enchara Ashana Rahania terkejut mendengar ungkapan pernyataan cinta dari orang yang dia anggap sekedar teman itu. Ah, dia baru mengetahui setelah dua tahun berlalu mereka tak bertemu. Gerlio Anugrah Arjuna sudah menyatakan cinta kepadanya. Apa yang harus Asha lakukan? Jadi selama ini ia di perlakukan lebih spesial? Jejak Penantian 💖 📌 Jangan Plagiat cerita aku!! Ini murni dari pemikiran dan imajinasi aku!! Sana pergi kalo mau plagiat selagi aku masih mau memperingatkan!!! 📌 Minimal baca 2 bab, siapa tau ketagihan Sampek ending 💅🏻 📌 Vote dan komen kalo kalian suka 😍 kalo gak suka gak maksa!! ⚠️ 𝐈𝐬𝐢 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐟𝐢𝐤𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐜𝐮𝐚𝐥𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐥𝐚𝐡..! 𝐌𝐨𝐡𝐨𝐧 𝐛𝐢𝐣𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚! 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡 𝟏𝟕+/𝟏𝟖+ (𝐤𝐞𝐤𝐧𝐲𝐚)
All Rights Reserved
#661
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tinggal Satu Atap
  • Love Itu Shit (Season 2)✓
  • Terikat Hati
  • Kakak Tampan! Love Me
  • My Abang, My Crush (Complete)
  • Om Muridku
  • My Alfabet
  • My Wish
  • Rahasia Ketua BEM
  • Missed Landing

"Eh suara bayi darimana tuh?" gumam seorang mahasiswi semester akhir yang sedang pusing-pusingnya mengerjakan proposal skripsi, mendengar tangisan bayi yang samar-samar terdengar. "Mba, kalo anaknya nangis tolong diemin dong, lagipula ngapain sih malam-malam begini nugas diluar sambil bawa bayi," tegur seorang laki-laki yang duduk tidak jauh darinya, sepertinya laki-laki itu juga mahasiswa kampus, dilihat dari laptop didepannya dan penampilannya yang terlihat seperti penghuni abadi kampus. "Mohon maaf ya itu bukan anak saya, lagipula orang gila mana yang bawa bayi dilingkungan kampus, di malam hari pula, disini saya lagi ngerjain skripsi, ngapain saya bawa bayi." "Itu bayi kamu mungkin," tuduhnya kesal ke laki-laki itu. "Kalo bukan anak mbaknya trus bayi siapa? Bayi mbak kunti? Aneh banget, udahlah mbak bawa pulang aja anaknya, kasihan tuh kedinginan." *** Dua mahasiswa semester tua yang terpaksa harus tinggal satu atap dan mengurus bayi yang ditemukan tidak sengaja saat keduanya sama-sama sedang dipusingkan dengan skripsi. Latar belakang keduanya yang sama-sama dari golongan menengah. Uang makan saja harus irit-irit, karena kebutuhan mahasiswa akhir itu sangat boros bos. Lalu, bisakah mereka berdua mengurus bayi malang yang ditelantarkan secara sengaja oleh orang tua kandungnya? Dengan keadaan mereka yang carut-marut tapi juga penuh komedi dan hal yang tidak terduga. Bagaimana keduanya menjalani hari-hari yang sudah berat menjadi lebih berat. Cover by Pinterest dan AI Copyright by Author Iana Lim

More details
WpActionLinkContent Guidelines