Jejak Penantian

Jejak Penantian

  • WpView
    LETTURE 3,000
  • WpVote
    Voti 65
  • WpPart
    Parti 64
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, lug 6, 2026
"Jadi, kamu mau enggak? Jadi pacar aku?" "Jujur, aku bingung jawabnya gimana. Dari awal, kita kan cuman temen aja..." "Yaudah, berarti kamu naik level jadi pacar aku." "Ih! Kamu kira ini seleksi nyari jodoh?!" •••••••• Enchara Ashana Rahania terkejut mendengar ungkapan pernyataan cinta dari orang yang dia anggap sekedar teman itu. Ah, dia baru mengetahui setelah dua tahun berlalu mereka tak bertemu. Gerlio Anugrah Arjuna sudah menyatakan cinta kepadanya. Apa yang harus Asha lakukan? Jadi selama ini ia di perlakukan lebih spesial? Jejak Penantian 💖 📌 Jangan Plagiat cerita aku!! Ini murni dari pemikiran dan imajinasi aku!! Sana pergi kalo mau plagiat selagi aku masih mau memperingatkan!!! 📌 Minimal baca 2 bab, siapa tau ketagihan Sampek ending 💅🏻 📌 Vote dan komen kalo kalian suka 😍 kalo gak suka gak maksa!! ⚠️ 𝐈𝐬𝐢 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐟𝐢𝐤𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐜𝐮𝐚𝐥𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐥𝐚𝐡..! 𝐌𝐨𝐡𝐨𝐧 𝐛𝐢𝐣𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚! 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡 𝟏𝟕+/𝟏𝟖+ (𝐤𝐞𝐤𝐧𝐲𝐚)
Tutti i diritti riservati
#1
udara
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti