We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tenacious Illness

Tenacious Illness

  • WpView
    Reads 908
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ini novel terjemahan,bukan milik saya sendiri. Author : Nong Jian Xiaohao Genre : Cinta murni, modern dan kontemporer, romantis, kekerasan, drama, yaoi. Sinopsis : Voltaire berkata bahwa perbedaan hati manusia jauh lebih besar daripada penampilan luarnya. Disabilitas mental tak terlihat. Chu Jianglai tak gentar menghadapinya: "Ya, aku memang disabilitas mental. Chu Qiubai, kau datanglah untuk menjadi prostesisku." Ia berbohong tanpa mengubah ekspresinya, dan "membunuh" tanpa menumpahkan darah. Ia berkata: "Chu Qiubai, kau tidak menyembah Buddha, melainkan keinginanmu. Keinginanmu bersamaku. Lebih baik berdoa kepadaku daripada kepada Buddha." Kecelakaan mobil, kehilangan ayahnya, penculikan... Chu Jianglai adalah seorang jenius, benih buruk, monster yang dikirim Tuhan untuk menumbangkan kehidupan Chu Qiubai. Ia merenggut semua cinta dan kebencian Chu Qiubai, dan juga menguasai semua toleransinya. Cintanya tak lazim, dan kebenciannya berdarah-darah. Ada obat mujarab untuk penyakit ini, tetapi ia menolak untuk menyembuhkan dirinya sendiri, dan terus-menerus membawanya hingga menjadi penyakit rahasia yang membandel.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • ONESHOOT 21+
  • Silent Traces by the Sea [USAI/HIATUS]
  • Clause of Us
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines