Forget Me Not, Alea Aleksandria

Forget Me Not, Alea Aleksandria

  • WpView
    Reads 2,417
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
He felt first, he felt harder. She felt last, but she fell deeper. Satya mungkin yang lebih dulu jatuh cinta dan lebih dulu terluka karenanya. Tapi bagaimana jika pada akhirnya, justru Alea yang terbunuh oleh cinta itu? Alea tidak pernah menyangka bahwa di balik sikap dingin dan obsesif Satya, tersembunyi cinta yang begitu dalam dan setia hanya untuknya. Sayang, ketika cinta itu akhirnya ia rasakan juga, takdir justru menariknya menjauh. Mengapa ia harus jatuh cinta. jika cinta itu tak sepenuhnya untuknya? Mengapa cinta itu harus hilang saat baru ia sadari bahwa di dalamnya, ia menemukan hidup? Saat cinta itu memudar, Alealah yang paling terluka. Sialnya, Alea tidak pernah bisa lari dari kalimat yang tercipta seperti sebuah mantra yang terus mengikutinya. "Forget me not, Alea Aleksandria." Love, Hellowriternim🧣
All Rights Reserved
#578
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines