KONTRAK LUKA

KONTRAK LUKA

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 6, 2026
"Aku memanggilnya istri, aku memanggilnya kekasih, tapi aku juga memanggilnya jalang dan pelacur." - Kenandra Evander Harlan. Sebuah kontrak kebencian yang menyatukan dua jiwa yang terluka. Mereka dijodohkan. Mereka bertahan. Tapi tak pernah saling percaya. Pernikahan mereka hanyalah kesepakatan. Satu tahun. Tanpa cinta. Tanpa ikatan batin. Pernikahan penuh pertengkaran, dingin, dan kebencian tak berujung. Valley tahu dirinya dibenci. Ken tahu dirinya tak sanggup melupakan kejadian itu. Saat semuanya akhirnya terbongkar-tentang masa lalu, tentang kebenaran, dan tentang siapa mereka sebenarnya-cinta itu harus memilih: kembali, atau saling melupakan.
All Rights Reserved
#566
kontrak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • He is (Not) My Boyfriend
  • Satu Tahun Saja
  • Salah Status
  • Merciless Ex Obsession
  • JOEVARSA
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Jejak Di Lorong 4A
  • Yang Pergi, Tinggal di Dalam Aku
  • Almost Married (On Going)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines