Cerita ini mengisahkan tentang Aira, seorang putri kerajaan yang berbeda dari bangsawan lainnya. Sejak kecil, ia merawat seekor simpanse sebagai sahabat sekaligus peliharaan kesayangannya. Namun, kehadiran hewan itu justru membuat Aira dipandang rendah oleh keluarga kerajaan.
Bagi para bangsawan, hewan peliharaan seharusnya berupa anjing, kucing, merak, atau hewan-hewan berkelas lainnya-bukan simpanse yang dianggap kampungan dan menjijikkan. Tapi Aira tidak gentar. Ia berusaha membuktikan bahwa kasih sayang dan kesetiaan tidak ditentukan oleh status, melainkan oleh hati.
Di balik usahanya, tersimpan banyak misteri. Tembok kerajaan menyembunyikan rahasia kelam, sementara hubungan-hubungan di sekitar Aira perlahan terungkap, membawa kisah yang menyesakkan, penuh intrik, sekaligus menyentuh hati.
Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan.
"Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang.
Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.