Tunjangan Nurani | [On Going]

Tunjangan Nurani | [On Going]

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 26, 2025
Raka, seorang pemuda keren dengan ide nyeleneh tapi tulus, tiba-tiba memutuskan untuk ikut pemilihan legislatif. Bukan karena ambisi kekuasaan atau gengsi politik, tapi karena satu alasan gila: ia ingin mendapatkan tunjangan puluhan juta per bulan untuk kemudian dibagikan kembali ke rakyat. Di dunia politik yang absurd, di mana brosur mahal dan senyum selebar billboard sering menutupi realita rakyat, Raka harus menavigasi strategi kampanye yang nyeleneh, rakyat yang skeptis, rival calon yang arogan, dan broker partai yang licik. Mulai dari pasar tradisional hingga balai RW, dari mahasiswa demo sampai pedagang kaki lima, setiap interaksi menjadi panggung bagi Raka untuk menunjukkan humor pedas, satire sosial, dan prinsip nurani. Ia belajar bahwa kampanye bukan soal siapa paling rapi, paling fotogenik, atau paling pintar bikin janji manis, tapi siapa yang mampu membuat rakyat percaya, tersenyum, sekaligus berpikir. Bagaimana seorang individu bisa mempertahankan idealisme di tengah sistem yang absurd, dan apakah tunjangan itu seharusnya hanya untuk pejabat, atau bisa menjadi alat untuk kesejahteraan rakyat. Raka bukan sekadar calon legislatif; ia simbol harapan gila tapi nyata, bahwa nurani bisa lebih berpengaruh daripada kekuasaan. Mulai: 26 Agustus 2025 Selesai: - Dengan campur tangan ghostwriter.
All Rights Reserved
#380
fiksiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • El and Jerganio (End)
  • GUMI [Completed]
  • Skyline Marriage
  • Heyu : Second Gear

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines