Married by Morning

Married by Morning

  • WpView
    Reads 323,307
  • WpVote
    Votes 31,954
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jan 13, 2026
Selalu disayang dan diistimewakan. Semasa hidupnya, Ghania tak pernah merasa nelangsa. Lahir di keluarga terpandang yang memiliki berhektar-hektar perkebunan dan peternakan domba besar di Garut, ia tak pernah sekalipun merasa kekurangan. Kedua orang tuanya menyayanginya-pun ketiga kakak lelakinya. Bagi mereka, Ghania tak ubahnya permata yang berharga dan selalu dijaga, tapi itu dulu-sebelum ia menikah dan divonis menopause dini hingga tak bisa menghasilkan keturunan. Hidupnya yang berjalan seperti dongeng berubah menjadi mimpi buruk dalam sekejap mata. Tak kuat dipoligami, Ia dicerai sang suami-lantas dirawat beberapa bulan di rumah sakit jiwa karena didera depresi. Permata apanya? Nia menganggap dirinya sekarang tak ubahnya batu kali yang tak berharga dan tak diinginkan... ditambah lagi, beban keluarga. Sampai akhirnya, Nia bertemu dengan seorang pria berkulit coklat yang besar badannya dua kali lipat dari badannya sendiri- yang mungkin, bisa jadi jalan keluarnya untuk kembali mandiri. "Kang, mau nggak nikah sama aku? Nanti kalau mau, tiap hari aku bikinin pisang goreng deh!!" . . . . Rank #3 marriedlife 4-11-2025 #1 komediromantis 16-11-2025 #1 sliceoflife 21-11-2025 #1 cintasejati 2-1-2026 #6 fiksidewasa 2-1-2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rahasia Marhara
  • Win-Ka-Win
  • Colorful Under White Robes! (TERBIT)
  • Satu Hati, Dua Generasi
  • Work Life, Love Balance (END)
  • Smartsheet
  • Prahara Lamaran [END]
  • Meramu Kasih [END]
  • To You, With Love!
  • Apa Kabar, Audrine?

Marhara ingin pindah ke Medan, tinggal di rumah mertuanya. Meski hatinya ketar-ketir, mengingat tinggal dengan mertua setelah menikah bukanlah pilihan bijak, kata kebanyakan orang. Ketakutan itu ada, tetapi tekad Marhara sudah bulat. Akan ia hadapi apa pun yang bisa terjadi di rumah mertuanya nanti. Ini ia lakukan untuk janin dalam kandungan dan juga demi masa depan calon anaknya itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines