Romansa Fiksi Sejarah (18+)
Jika suatu hari kalian terbangun dari mimpi dan merasa ada sesuatu yang tertinggal, sesuatu yang tak bisa disebutkan namanya, apa yang akan kalian lakukan?
Aku memilih menuliskannya.
Maka, inilah kisah tentang sebuah Kadipaten yang tidak lagi disuarakan lantang. Tanah yang menanti waktu untuk memanggil kembali nama yang telah lama tidur, dikubur sejarah.
Sebuah cerita yang lahir dari serpihan ingatan dan bisikan samar yang tak henti mendesak untuk dituliskan.
Ini bukan sekadar kisah, bukan sekadar jejak, dan bukan pula sekadar warisan. Kisah ini adalah napas dari sebuah janji lama, janji bahwa cinta tidak akan mati hanya karena waktu dan geraman politik yang mencoba memisahkan. Sebagai pengingat bahwa ada ikatan yang terlalu dalam untuk benar-benar hilang.
Barangkali sebagian orang akan menyebutnya mitos, sebagian lain akan menyebutnya kebetulan. Namun bagi mereka yang pernah merasakannya, cinta seperti ini bukan sekadar cerita. Ia adalah darah, ia adalah nadi, ia adalah doa yang tak pernah berhenti bergetar.
Maka biarlah aksara ini menjadi saksi bahwa pada akhirnya, setiap jiwa yang setia akan selalu menemukan jalan pulang.
---
Tahun 1831
"Malam ini bukan hanya kadipaten ini yang akan hilang, melainkan seluruh jiwaku."
---
Ini bukan kisah yang ingin ditamatkan. Ini adalah kisah yang ingin dihirup pelan-pelan seperti wangi gaharu, cendana, dan tembakau, datang menyelinap ke tubuh, lalu diam di sana.
Lama.
Cerita ini adalah fiksi yang berangkat dari serpihan sejarah dan lokasi nyata. Seluruh tokoh serta alur di dalamnya tidak mewakili peristiwa sebenarnya, sebab barangkali ada lebih banyak rahasia yang tetap tersembunyi di balik dinding-dinding megah yang masih bertahan hingga kini.
Bagi Alea Alura Melati, sejarah hanyalah hafalan teks kaku untuk ujian sekolah. Namun, takdir memiliki cara yang brutal untuk mengajarinya. Sebuah anomali waktu menyeretnya keluar dari zona nyaman abad ke-21 dan menghempaskannya ke tanah Jakarta tahun 1965-tahun di mana udara tak lagi mengandung oksigen, melainkan ketakutan dan kecurigaan.
Terjebak dalam raga gadis remaja biasa tanpa koneksi internet atau perlindungan hukum, Alea adalah anomali di dunia yang sedang berada di ambang ledakan. Di depannya, buku sejarah yang dulu ia abaikan kini bertransformasi menjadi realitas yang mengerikan. Ia melihat langsung bagaimana Nasakom menjadi nafas kehidupan, bagaimana PKI dan Angkatan Darat saling mengunci pandangan dalam diam, dan bagaimana rakyat kecil berbisik di balik pintu tertutup karena takut pada bayangan sendiri.
Alea segera menyadari bahwa kehadirannya bukanlah kecelakaan semesta. Dengan pengetahuan tentang apa yang akan terjadi pada malam jahanam 30 September, Alea memegang rahasia paling berbahaya di seluruh negeri. Satu bisikan darinya bisa menyelamatkan nyawa, namun satu langkah ceroboh bisa menghapus keberadaan seluruh garis keturunannya di masa depan.
Di tengah hiruk-pikuk pawai ideologi dan intelijen yang mengintai di setiap sudut gang, Alea harus bertarung dengan nuraninya: Apakah dia harus membiarkan sejarah berjalan sesuai garisnya yang berdarah, ataukah dia dikirim ke sana untuk menjadi satu-satunya variabel yang mengubah takdir sebuah bangsa?
Di tahun di mana kebenaran menjadi barang langka dan pengkhianatan adalah mata uang, kisah Alea bukan lagi tentang cara untuk pulang, melainkan tentang cara bertahan hidup sebelum sejarah menelannya selamanya.
"Sejarah ditulis oleh pemenang, tapi kali ini, sejarah akan ditulis oleh dia yang datang dari masa depan."
𝐅𝐨𝐥𝐨𝐰 🤍:
𝐈𝐆 : 𝐬𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡_𝟏𝟗𝟔𝟓
𝐓𝐤 : 𝐌𝐘𝐉, 𝐃𝐈 𝐏𝐀𝐍𝐉𝐀𝐈𝐓𝐀𝐍