Analisa Jenaka Asmara

Analisa Jenaka Asmara

  • WpView
    Odsłon 28
  • WpVote
    Głosy 4
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadDla dorosłychW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., sie 26, 2025
Singkat saja! Jurnalis, 26 tahun, malas cari pacar. Paham? Bercanda. Menurut Analisa Jenaka Asmara, seorang buruh tulis di media paling beken di Jakarta, hidup itu isinya cuman isi ekspektasi. Sampai Jena dapat masalah usai mengunggah foto jelek Nanda, seorang mantan artis cilik yang baru debut di agensi terkenal. Alih-alih karirnya hancur, hubungan mereka justru makin dekat. Makin dekat, makin banyak sisi lain yang Jena temukan dari Nanda sebagai tulang punggung keluarga. Jena penasaran, Jena menganalisa, Jena terheran-heran. Dari hasil analisanya, akankah ia dapat asmara atau justru hanya jenaka?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści