SETELAH SENJA

SETELAH SENJA

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Awalnya, semuanya terasa biasa. Notifikasi masuk, sebuah pesan singkat dari akun yang bahkan tak sengaja ia like postingannya. Hanya sebuah chat sederhana, tapi ternyata cukup untuk membuka pintu menuju cerita yang tak pernah ia bayangkan. Di balik layar ponsel, obrolan demi obrolan berubah jadi candaan, curhat, hingga rahasia terdalam yang tak pernah berani diucapkan di dunia nyata. Namun, semakin banyak kata yang tertukar, semakin besar pula perasaan yang tumbuh diam-diam. Tapi, apa benar rasa yang lahir dari layar bisa bertahan saat dunia nyata menuntut lebih? Antara chat dan kesempatan, mereka harus memilih tetap nyaman bersembunyi di balik notifikasi, atau berani melangkah menghadapi kenyataan. Sebab, kadang cinta bukan hanya tentang kata-kata yang terkirim, melainkan tentang keberanian untuk menjadikannya nyata.
All Rights Reserved
#120
duniaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines