Katanya, semakin banyak teman semakin indah hidup kita.
Tapi, buatku... nggak selalu begitu.
Aku selalu berhenti di angka satu atau dua.
Entah kenapa, setiap kali masuk dalam lingkaran besar, aku sering merasa jadi bayangan. Mereka bercanda, tertawa, saling berbisik, sedangkan aku cuma duduk di pinggir, pura-pura ikut tertawa padahal hatiku terasa kosong.
Aku nggak pernah nyari ribut. Aku nggak pernah iri. Tapi entah kenapa, selalu ada momen di mana aku merasa nggak dianggap.
Aneh ya?
Sampai akhirnya aku sadar, mungkin aku memang diciptakan untuk punya lingkaran kecil. Bukan puluhan teman yang selalu ada di daftar kontak, tapi satu atau dua orang yang benar-benar ngerti diamku, nangisku, bahkan tawaku yang receh.
Dan di antara sedikit orang itu... ada dia. Orang yang awalnya cuma kuanggap teman, tapi entah kenapa, rasanya berbeda.
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya.
Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini.
Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah.
Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....