CLASSIC SERENADE(END)

CLASSIC SERENADE(END)

  • WpView
    Reads 475
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 16, 2026
Gadis bernama Jiva Inaya punya trauma pada setiap pria yang mencoba dekat dengannya. Karena imbas hal yang dialaminya, perselingkuhan yang dilakukan dua pria terdekat dalam hidupnya. Hal itu membuat Jiva enggan kembali membuka hati, ia terlalu lelah jika harus merasakan luka yang sama pada akhir cerita. Hingga pertemuannya dengan Arthur Varen Kanigara menggoyahkan ketetapan hati Jiva. Di sisi lain Arthur punya kenangan masa lalu yang cukup kelam, membuatnya selalu bersembunyi dalam topeng ceria dalam menjalani kehidupan. Mengenal Jiva membuatnya belajar untuk lebih jujur dan menerima dirinya sendiri. Namun luka di diri keduanya membuat Jiva dan Arthur merasa sulit untuk bisa bersama. Mereka merasa tak bisa memberi bahagia terhadap satu sama lain, jika memaksa untuk saling mencintai dengan terburu. Akan kah Arthur dan Jiva bisa mengatasi luka yang ada pada diri mereka? Bisakah mereka berdua bersatu pada akhirnya?
All Rights Reserved
#41
strangertolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines