Story cover for Happy Accident  by Atma_Anatya
Happy Accident
  • WpView
    LECTURAS 2,135
  • WpVote
    Votos 166
  • WpPart
    Partes 48
  • WpView
    LECTURAS 2,135
  • WpVote
    Votos 166
  • WpPart
    Partes 48
Continúa, Has publicado ago 27, 2025
4 partes nuevas
"Siapakah namamu, Nak?" tanya wanita berbadan dua.

"W."

Kernyitan pasutri itu terjadi kompak. "W? W siapa?" Berganti sang lelaki bertanya.

Apabila dibilang siapakah yang beruntung, maka jawabannya adalah Wildan, Chiko, Wivona sama-sama beruntung. Pertemuan tak disengaja apalagi direncanakan hal tersebut, justru menjadi harapan mengapa tak bertemu sedari dulu. Konon kata orang sehabis hujan terbitlah pelangi. Pelangi itu ada 7 warna dan bagi C, hidupnya indah dengan rumah berisi 7 tujuh Pelangi.

Bukan maksud Wivona dan Chiko seutuhnya mengganti nama W, agar W melupakan identitas sebenarnya. Tetapi mereka mengganti selain karena W tak begitu jelas menyebutkan nama. Mereka juga ingin mental W lebih baik, nyaman dan bahagia bersama keluarga barunya yaitu mereka. 

"Sayang, bagaimana bila anak sebatas menyebut W namanya diganti? Kau setuju? Destama Arkasya Rachivo Tamawijaya?"

"Kau ingin juga memberikan marga sama sepertimu?"

"Ya, lalu nanti si kembar namanya Ramaditya Hayden Rachivo Tamawijaya dan Gladystie Arimbi Richivo Tamawijaya."

Start : 20 September 2025
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Happy Accident a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#5wayv
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
KKN GAMADIKARI 99  cover
lօⱱҽ ƒɾօɱ ղҽíɠɦɓօɾ! [jaelisyong] cover
PREGNANT (DewTee) cover
Jung Family cover
Be Mine cover
Dimensi Aeon : 'Cahaya yang Terpecah' [aespa & Nct Dream] cover
Good(Bad) Circle cover
LOVE YOU MAMI ( END ) cover
GRACEFUL FAMILY [SURENE] cover
Heirs Of Nature cover

KKN GAMADIKARI 99

9 partes Continúa

Ini tentang KKN Gamadikari 99. Kisah kasih 16 Mahasiswa berbeda kepala. Klasik namun berbekas seumur hidup. Baik dan buruknya mereka terima bersama. Senang dan sedih mereka merayakan. Di Desa Mekarjaya, mereka saling menjadi pemilik setiap nama. Sebab selama 45 hari itu, tempat pulang mereka adalah diri sendiri dan satu sama lain. Rumah tidak selalu menyerupai bangunan, bisa jadi dari kedua tangan yang siap memeluk, telinga yang tak pernah lelah mendengar dan mulut yang selalu mengatakan, "tidak apa-apa, kamu tidak sendirian, kita ada di sini".