"Siapakah namamu, Nak?" tanya wanita berbadan dua.
"W."
Kernyitan pasutri itu terjadi kompak. "W? W siapa?" Berganti sang lelaki bertanya.
Apabila dibilang siapakah yang beruntung, maka jawabannya adalah Wildan, Chiko, Wivona sama-sama beruntung. Pertemuan tak disengaja apalagi direncanakan hal tersebut, justru menjadi harapan mengapa tak bertemu sedari dulu. Konon kata orang sehabis hujan terbitlah pelangi. Pelangi itu ada 7 warna dan bagi C, hidupnya indah dengan rumah berisi 7 tujuh Pelangi.
Bukan maksud Wivona dan Chiko seutuhnya mengganti nama W, agar W melupakan identitas sebenarnya. Tetapi mereka mengganti selain karena W tak begitu jelas menyebutkan nama. Mereka juga ingin mental W lebih baik, nyaman dan bahagia bersama keluarga barunya yaitu mereka.
"Sayang, bagaimana bila anak sebatas menyebut W namanya diganti? Kau setuju? Destama Arkasya Rachivo Tamawijaya?"
"Kau ingin juga memberikan marga sama sepertimu?"
"Ya, lalu nanti si kembar namanya Ramaditya Hayden Rachivo Tamawijaya dan Gladystie Arimbi Richivo Tamawijaya."
Start : 20 September 2025
Ini tentang KKN Gamadikari 99. Kisah kasih 16 Mahasiswa berbeda kepala. Klasik namun berbekas seumur hidup. Baik dan buruknya mereka terima bersama. Senang dan sedih mereka merayakan.
Di Desa Mekarjaya, mereka saling menjadi pemilik setiap nama. Sebab selama 45 hari itu, tempat pulang mereka adalah diri sendiri dan satu sama lain. Rumah tidak selalu menyerupai bangunan, bisa jadi dari kedua tangan yang siap memeluk, telinga yang tak pernah lelah mendengar dan mulut yang selalu mengatakan, "tidak apa-apa, kamu tidak sendirian, kita ada di sini".