The Third Floor

The Third Floor

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aruna Adisty tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah sejak pindah ke rumah baru, sebuah hunian tiga lantai di kawasan elit. Rumah itu tampak sempurna, dengan ayah seorang psikiater ternama dan ibu mantan model yang dikagumi banyak orang. Namun, lantai ketiga rumahnya menyimpan cerita berbeda. Di sanalah kost eksklusif untuk siswa sekolahnya, termasuk dua dari sahabat terdekat Aruna. Awalnya, kehidupan barunya terasa tenang, hingga sebuah pertemuan dengan Rayden Alvarra, kakak kelas yang dihantui trauma masa lalu, membuat Aruna terjerat dalam kisah yang tak ia bayangkan. Kedekatannya dengan Rayden memicu kecemburuan diam-diam, meretakkan persahabatan, bahkan menjadikan Aruna sasaran iri dan kebencian. Saat ia kehilangan hampir segalanya, Aruna menemukan pelindung baru: Luthan Alvarra, adik Rayden, dan Kaivan Ardranata, sahabatnya yang tak kalah populer. Namun, semakin jauh ia melangkah, semakin banyak rahasia yang terbongkar, tentang sahabat, tentang cinta, bahkan tentang dirinya sendiri. Di balik dinding rumah megah itu, siapa sebenarnya teman, siapa musuh, dan siapa yang pantas dipercaya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines