Dulu, ia bagian dari kota besar-berdesakan di kereta, mengejar jam lembur, dan merasa hidupnya akan terus berlari. Kini, kontraknya sudah tamat, dompetnya menipis, dan nasib melemparkannya ke kota kecil, menjaga konter pulsa milik kenalan pamannya.
Hidupnya berubah jadi rutinitas sederhana: mengisi kuota orang, menjual kartu perdana, bahkan menukar receh untuk anak-anak yang beli paket game. Lucunya, ia sering ditanya pelanggan, 'Bang, paket yang bisa bikin hidup lebih murah ada nggak?'-dan pertanyaan itu terasa seperti tamparan halus.
Di balik tawa kecilnya menanggapi pelanggan, ada sepi yang mengintip. Malam-malamnya sunyi, penuh tanya: Benarkah hidupnya hanya akan berhenti di sini? Ia belajar bahwa kadang tragedi hidup tak datang dengan dentuman besar, tapi dengan sunyi yang pelan-pelan menggerogoti hati.
All Rights Reserved