Mawar Terakhir Arsha [END]

Mawar Terakhir Arsha [END]

  • WpView
    Reads 4,168
  • WpVote
    Votes 396
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Social Themes
Coming of Age
[Selesai direvisi] "Jika aku gak hadir di dunia, mungkinkah ayah dan ibu tetap ada dan bahagia sampai sekarang?" • 🌹 • Kadang hidup tak selalu berjalan mulus, ada saja duri yang menancap di setiap langkah. Namun, meski begitu, kehidupan tetap harus dijalani. Sama halnya pada kisah perjalanan seorang guru muda bernama Arsha Raihan Dirgantara. Pria yang lahir diiringi oleh kehilangan, tumbuh bersama orang baik di sekeliling. Selain perjuangan mengabdi demi pendidikan yang terbilang tak cukup mudah, dirinya turut memendam satu tujuan tertanam dalam hati. Kerinduan pada kedua orang tua kandung, serta ingin tahu keberadaan makam mereka sebelum tiba takdir menjemput. Lewat tanaman bunga mawar yang telah menjadi saksi perjalanan kisahnya, turut ia sisipkan harapan di sana. Namun, seperti yang dijelaskan, namanya kehidupan pasti tak selalu berjalan lancar. Mawar-mawar itu mungkin bisa tumbuh, tapi belum tentu bisa bertahan sebelum keinginannya tercapai. Mampukah Arsha menemukan tujuan yang masih jadi misteri? Atau justru takdir tak berpihak padanya dan malah Arsha yang lebih dulu menyerah? • 🌹 • Start writting : 14 agustus 2025 End : 11 mei 2026 Selesai Revisi : 21 juli 2026
All Rights Reserved
#556
sicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumpang [Terselesaikan]
  • Anggala's Little Hope
  • Padamu, Aksara
  • Lembar Kisah
  • Dua cangkir satu Meja
  • The Prince Of Devotion
  • HUJAN YANG DIBERI TUHAN II : Saat tubuh tak lagi patuh
  • 100 hari yang tersisa (Complete)
  • Paths - 2026
  • Bye•Ology

Tata tidak pernah berpikir bahwa penulis favoritnya---Adam Darmawangsa, bukanlah seorang Dosen atau Dokter. Tulisannya begitu bijaksana dan indah menandakan wawasan yang luas. Faktanya, penulis itu adalah remaja seusia dengan satu paru-paru, alat bantu napas, dan sekarat. Tata berharap tulisan rumpang itu diselesaikan oleh Adam sebelum mautnya, sehingga di saat-saat terakhir Adam, Tata ada di sana untuk meminta lanjutan cerita yang belum selesai ditulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines