aku bertemu kamu sebagai pembelajaran hidupku.
aku tau cinta itu ada, aku tau setiap orang pasti memilikinya. Tapi aku juga percaya tidak setiap orang bisa memiliki atau merasakan cinta itu, sebelumnya.
ya sebelumnya, hingga akhirnya aku bertemu kamu. mengajarkan aku arti mencintai, bahkan sampai mengajari aku arti merelakan. juga harus mempercayai jika memang tidak semua cinta harus dimiliki apalagi dipaksakan.
Mengenal cinta lewat kamu, aku mempelajari Cinta dengan persepsi ku sendiri. Bahwa melihat kamu bahagia meski bukan aku alasannya, melepaskan kamu mengejar cinta yang kamu mau, merelakan kamu bersamanya meski aku tau aku yang akan menanggung rasa sakitnya.
"aku mencintainya, tapi dia tidak tau. atau mungkin sebenarnya dia tau hanya bersikap seolah tak tau. jadi aku harus bagaimana?" Septi
"entahlah aku tidak bisa menebak. Tapi jika kenyataannya dia memang tau tapi berpura-pura seolah tidak tau. Itu sudah menjadi jawaban jika memang bukan kamu yang dia mau kan?" Fadlu
"menyakitkan, tapi ucapanmu membuatku mendapatkan jawaban" Septi
"hah? Soal apa?" Fadlu
"tentang bagaimana kini aku harus bersikap. Kak Fadlu, terimakasih" Septi
Kini tugasku hanya melihat mu dari kejauhan, mengagumimu tanpa kamu tau. Namun ingatlah satu hal, jika aku akan berada ditempat yang sama. meski aku juga tidak tau sampai kapan aku akan terus bertahan.
apa itu memang kamu?
oh ternyata hanya sebagai pelajaran terbaik untuk aku mengenal sebuah 'Cinta'
All Rights Reserved