Silent Obsession

Silent Obsession

  • WpView
    Reads 1,663
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 22, 2026
Elias adalah lelaki arogan yang memiliki obsesi besar terhadap Nala, gadis lugu yang selalu membawa kehangatan dalam hidupnya. Namun sebuah tragedi membuat Nala kehilangan ingatannya dan di sanalah Elias melihat celah untuk memanipulasi segalanya. Apa pun akan ia lakukan demi memiliki gadis itu. Dalam bayangan masa lalu dan rahasia yang terkubur rapat, Elias hanya punya satu tujuan, menjadikan Nala miliknya... dengan cara apa pun. Obsesi itu pun melahirkan luka, dendam, dan tragedi baru. Dan ketika Nala lupa segalanya, permainan baru pun dimulai.
All Rights Reserved
#298
hurt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Run Away (on going)
  • run
  • Safe with Me, Trapped with Me
  • GLEN ARGANTARA
  • His Little Obsession
  • DARK SYMBIOSIS
  • Sugarcoated Obsession
  • Silent Posession
  • SILENT OBSESSION
  • A Quiet Obsession Between Us

*mature chap akan dipisah. "Even if you run... I'll always find you." Alessa duduk di bangku paling pojok aula, tangan gemetar di atas paha. Suara gitar mulai mengalun. Semua orang berbisik kaget... Cowok dingin yang bahkan nggak pernah ngomong di kelas Varel tiba-tiba berdiri di atas panggung. Lagu pertama yang dia bawain... RUNRUNRUN. Suara seraknya pelan, dingin, seolah-olah hanya menyanyikan lagu itu untuk satu orang. Alessa. Mata gelap itu nggak pernah lepas dari dirinya. Setiap lirik yang terucap seperti belenggu tak kasat mata yang membungkus tubuh Alessa tanpa bisa melawan. "Even if you run, run, run... I'll be waiting on the other side." Alessa menunduk, berusaha mengabaikan tatapan itu. Tapi suara berat itu terus menggema di telinganya - seakan menghipnotis. Ketika lagu selesai, Varel turun dari panggung... dan langsung berjalan lurus ke arahnya. Bibir tipisnya melengkung dingin. Dia duduk di samping Alessa, membisikkan sesuatu di telinganya. Suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Aku sudah memperingatimu, Alessa... Kau bisa berlari sejauh apa pun... Tapi aku selalu menemukanmu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines