Rapper dan Author

Rapper dan Author

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 3, 2025
Di suatu kota besar yaitu ibu kota Jakarta, kota yang sering kali memiliki julukan kota yang paling keras, terutama bagi setiap orang yang mulai merantau dan memulai kehidupan baru, serta mereka yang melanjutkan pendidikan di universitas impian mereka, salah satunya Universitas Bangsa (UB). sama hal nya juga dengan kisah seorang laki' dan perempuan yang memilih hidup baru di perantauan, demi melanjutkan pendidikannya. Yaitu Rose Alana, perempuan yang berasal dari Yogyakarta dan Arkha Rivaldi laki laki yang berasal dari kota Bandung. Bermulai lah sebuah kisah pertemuan antara Rose Alana dan Arkha Rivaldi mahasiswa universitas bangsa dengan jurusan yang berbeda serta dunia yang berbeda juga pastinya, Alana yang mempunyai jiwa tenang dengan sastra kata indah nya, berbeda sekali dengan Arkha Rivaldi dengan lingkungan Arkha yang keras dan dunia putih hitam nya itu. " Gua suka perempuan yang unik kaya lo..." " Tetap tumbuh lebih baik dan selalu menjadi perempuan yang gua kenal rose alana" " Gua tertarik sama cara lo buat ngebuktiin itu" " Laki laki kaya lo memang ga seharusnya gua kenal" PENASARAN GA SAMA CERITA DUA ORANG TERSEBUT? SIMAK CERITA SELANJUTNYA YAA... SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA RATE BINTANG NYA BIAR PENULIS SEMAKIN SEMANGAT MEMBUAT CERITA YANG LEBIH SERUU LAGIII ,ENJOYYY❤️❤️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines