kneel or beg?

kneel or beg?

  • WpView
    LECTURAS 897
  • WpVote
    Votos 88
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, oct 11, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Ia mencintainya, begitu dalam hingga dunia terasa sempit tanpa senyumnya. Tapi takdir kejam merenggut gadis itu dengan cara paling menyakitkan-meninggal karena sebuah insiden tragis yang tanpa sengaja dilakukan oleh saudara kandungnya sendiri. Bertahun-tahun kemudian, lelaki itu kembali. Bukan sebagai pria yang patah, melainkan sebagai pengantin. Ia melamar sang saudari, bukan karena cinta... tapi karena dendam. Pernikahan itu menjadi panggung balas budi yang kejam. Di balik tatapan penuh kasih pura-pura, tersembunyi niat menghancurkan. Namun, semakin lama kebersamaan itu terjalin, semakin sulit ia membedakan: apakah yang ia genggam masih dendam, atau justru perasaan baru yang tak seharusnya tumbuh?
Todos los derechos reservados
#176
sedih
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido