
Arah yang Tak Terarah.... Virren Nawasena Hirawan, anak keempat dari lima bersaudara. Anak yang tumbuh dalam bayangan bayangan pencapaian saudara-saudara. Bukan pujian yang ia terima, melainkan makian dan perbandingan. Bukan arahan yang ia dapat, melainkan tuntutan. Ia tumbuh dalam bayangan, berjalan di jalan yang tak pernah ditunjukkan. Apakah seorang anak masih bisa menemukan makna dirinya, jika setiap langkahnya hanya dijadikan ukuran untuk membandingkan? Apakah Virren sanggup menemukan jalannya sendiri, atau ia akan selamanya tersesat dalam arah yang tak terarah? Tanggal ( 12 /12/24)All Rights Reserved
1 part