HOT DUDA 21+ (TAMAT)

HOT DUDA 21+ (TAMAT)

  • WpView
    Reads 18,794
  • WpVote
    Votes 278
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 17, 2025
Taran, seorang duda mapan sekaligus sosok kakak yang terlalu protektif, rela melakukan apa saja demi menjaga Kejora-adiknya yang sedang meroket sebagai artis muda. Ketika kebutuhan akan seorang asisten manajer mendesak, Taran terpaksa menerima Resti, mantan manajer artis terkenal yang punya reputasi keras kepala. Sejak awal, Taran dan Resti bagai api dan bensin: sama-sama keras, sama-sama enggan mengalah. Taran membenci sikap Resti yang terlalu berani mengatur, sementara Resti tak gentar menghadapi pria yang selalu ingin mengendalikan segalanya. Anehnya, Kejora justru merasa nyaman bekerja dengan Resti-dan menolak semua kandidat lain. Hari demi hari, perselisihan mereka berubah menjadi kerja sama. Tegangan yang awalnya penuh amarah perlahan bergeser menjadi debar yang sulit dihindari. Taran mulai melihat sisi lembut Resti, dan diam-diam jatuh hati pada wanita yang semula paling ia benci. Tapi cinta tak pernah datang sendirian. Hadirnya Ben, pria lain yang juga mendekati Resti, membuat Taran harus berhadapan bukan hanya dengan egonya, tapi juga ketakutannya kehilangan. Kini pertanyaannya sederhana namun menyakitkan: beranikah Taran membuka hati lagi, ataukah Resti akan pergi sebelum sempat ia perjuangkan? Karena cinta, seperti Resti, selalu datang tanpa izin-dan Taran tak siap melepaskannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Duda Lebih Menggoda (END)
  • 𝒯𝓊𝓇𝓊𝓃 ℛ𝒶𝓃𝒿𝒶𝓃𝑔ᴱⁿᵈ
  • HIDDEN BABY 21+ (TAMAT)
  • 𝓗𝓸𝓽 𝓓𝓾𝓭𝓪ᴱⁿᵈ
  • Rayuan Cinta Sasha ᴱⁿᵈ
  • Cinta Beda Usia ᴱⁿᵈ
  • 𝓝𝓪𝓲𝓴 𝓡𝓪𝓷𝓳𝓪𝓷𝓰ᴱⁿᵈ
  • Di Atas Ranjang Dokter 21+ (TAMAT)
  • Cinta Om Duda ᴱⁿᵈ

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines