Antara Luka dan Kata

Antara Luka dan Kata

  • WpView
    LECTURES 34
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., août 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di antara sepi malam dan riuhnya ingatan, ada dua jiwa yang bertemu dalam keadaan rapuh. Arkana, lelaki yang menyimpan rahasia luka di balik diamnya, dan Lyara, perempuan yang mencoba merangkai kembali dirinya lewat kata. Pertemuan mereka bukan kebetulan, melainkan semacam takdir yang menyelip di antara celah kehilangan. Kata-kata menjadi jembatan, tapi juga pisau yang mampu menyembuhkan, sekaligus meninggalkan jejak yang lebih dalam dari luka itu sendiri. Dalam perjalanan sunyi ini, mereka belajar bahwa luka tak selalu harus disembuhkan, kadang cukup dirangkul agar tak lagi terasa asing. Bahwa kata tak selalu mampu menghapus perih, tapi bisa menjadi penuntun menuju terang. "Antara Luka dan Kata" adalah kisah tentang kehilangan, kerinduan, dan keberanian untuk membuka hati di tengah retakan. Sebuah cerita yang mengajarkan bahwa bahkan dari luka yang paling dalam, kata-kata tetap bisa tumbuh menjadi doa.
Tous Droits Réservés
#861
new
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu