Bini Gahara

Bini Gahara

  • WpView
    MGA BUMASA 42,653
  • WpVote
    Mga Boto 2,206
  • WpPart
    Mga Parte 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Feb 27, 2026
Berliana Andrawina atau yang biasa akrab disapa Berlin, merupakan generasi sandwich masa kini. Hidupnya hanya dipenuhi bagaimana bisa mendapatkan uang agar bisa membayar uang kuliah adik satu-satunya. Berlin bekerja di perusahaan start-up demi bisa memenuhi kebutuhan, walau seringnya minus daripada surplus. Itu sebabnya, dalam pikiran Berlin tidak ada kata 'Menikah'. Baginya, menjalin ikatan pernikahan hanya menghambat kehidupannya yang sudah terancang sempurna. Tapi, pemikiran Berlin tidak sejalan dengan kedua orang tuanya. Orang tuanya terlalu mengkhawatirkan Berlin perihal pasangan. Itu sebabnya, saat Ibu Berlin meminta dirinya untuk pulang ke kampung halaman, hari itu juga Berlin langsung mengiyakan. Tapi, Berlin malah dikejutkan dengan dirinya yang dinikahkan! Nah, yang menjadi masalah, kenapa nikahnya sama suami kakak sepupunya?! Tuhan! Berlin ingin bahagia, tapi nggak gini juga! Hidup kok gini amat!
All Rights Reserved
#32
ipar
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Panic Marriage
  • Heartbeat: A Second Rhythm
  • Heartbeat
  • Abhipraya
  • Unexpected Groom
  • Melcia Jahanara
  • Jarak Legal
  • DIANTARA DUA DUNIA [END]
  • Confidential Vows | Arsen & Clarin (END)

"Pak Juna! Tolongin aku! Nikahin aku!" Demi terlihat sukses di Jakarta, Sela berbohong. Katanya punya rumah, padahal cuma nyewa satu kamar. Ketika orang tuanya datang tanpa kabar, kebohongan itu berubah jadi skandal. Seorang pria ditemukan di kamar. Satu ultimatum dijatuhkan: Nikahi anak saya! Tanpa cinta. Tanpa rencana. Hanya keputusan yang diambil saat panik, demi menutupi aib dan menyelamatkan nyawa. "Kamu menganut childfree?" "Enggak." "Mau punya anak berapa?" "Gatau. Selusin kali." "Bapak, Ibu," ucap Pak Juna tenang, "saya siap menikahi Sela."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman