Apathy

Apathy

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing9m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 2, 2025
Hampa. Hampa. Dan... hampa. Kamu pikir kamu bisa keluar dari perasaan itu? Oh, aku yakin kamu bisa. Tapi sayangnya, hal itu tidak diperuntukkan untukku... dan dengan begitu, inilah catatan atau mungkin "kisah" dari hari-hariku yang perlahan tenggelam dalam keheningan. . . *** "Ketika angan hanya sebatas ingin, dari situ lah, muncul rasa hampa yang begitu dingin."
All Rights Reserved
#277
fictional
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Helai Daun
  • My Love in Air
  • The Paradox: Darkest Night
  • Di sebalik layar
  • TAKDIR TERINDAH
  • Mrs. Ex-Girlfriend
  • Lelaki Itu Takdirku
  • Selagi Bernama Kita

Semenjak pengetahuan manusia sudah mampu merambah ilmu-ilmu sihir yang sebelumnya masih dianggap mitos. Kini para pengguna sihir dianggap sebagai orang terhormat dengan kedudukan tinggi dimata masyarakat. Dan semua orang mulai tergantung pada sihir Dimulailah kembali pengkasta-kastaan manusia yang mana hanya anak pejabat dan orang-orang kaya lah yang bisa mempelajari sihir disekolah yang elite dan ternama. Rabel, seorang siswa disekolah sihir biasa yang semenjak kecil sama sekali tidak bisa menggunakan sihir. Ia kemudian terjebak dalam sebuah pertandingan melawan salah satu sekolah elite dengan bermodalkan kemampuan olah tenaga dalam yang dimilikinya. Maka dimulailah pertarungan antara sihir modern melawan bela diri dengan tenaga dalam yang sudah sering digunakan dimasa lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines