The Eye That Penetrates the Night

The Eye That Penetrates the Night

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 4, 2025
𝙎𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙞𝙣𝙙𝙞𝙜𝙤 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙔𝙤𝙮𝙤𝙞 𝙆𝙖𝙯𝙪𝙢𝙖𝙠𝙞 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙠𝙚𝙠𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙧𝙤𝙝, 𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙣𝙘𝙪𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥 𝙧𝙤𝙝 𝙎𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙗𝙪𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙩𝙪𝙟𝙪𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙡𝙖𝙨 𝙙𝙚𝙣𝙙𝙖𝙢, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙣𝙜𝙪𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙙𝙖𝙢 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙤𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙖𝙨𝙖𝙧𝙖𝙣. 𝘿𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙤𝙡𝙚𝙠𝙨𝙞 𝘽𝙤𝙣𝙚𝙠𝙖 𝙍𝙤𝙝 𝘿𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙧𝙤𝙝 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙄𝙗𝙪
All Rights Reserved
#264
kutukan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • Sukma Lara [END]
  • TAKDIR DIO HANIM
  • Hah!Dukun?
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines