Kutukan Cinta di Tanah Jawa
Kutukan Cinta di Tanah Jawa
Di Tanah Jawa, ketika kerajaan-kerajaan besar masih berdiri megah, Nara Adiwangsa dan Danendra Wijaya tumbuh bersama hingga persahabatan mereka perlahan berubah menjadi cinta. Namun, kedamaian Keraton Adiwangsa dan Keraton Wijaya mulai runtuh saat Keraton Dananjaya yang dipimpin Tumenggung Raka Dananjaya, Nyai Ratih Dananjaya, dan Aksa Dananjaya diam-diam menyusun rencana untuk menguasai seluruh Tanah Jawa.
Di balik topeng persahabatan, keluarga Dananjaya menjalin persekutuan dengan Nyai Durgamaya, makhluk gaib kuno yang mampu mengabulkan segala keinginan dengan imbalan tumbal manusia. Sejak saat itu, peperangan, pengkhianatan, dan teror para lelembut menyelimuti setiap penjuru negeri.
Di tengah kekacauan, Aksa justru jatuh cinta kepada Danendra. Terobsesi untuk memilikinya, ia rela melakukan apa pun demi merebut hati Danendra sekaligus menghancurkan Nara. Sementara itu, Nara yang diselamatkan oleh Sang Leluhur Suci Tanah Jawa bersama Nyai Kirana dan Nyai Kencana harus menghadapi kegelapan yang semakin mengancam demi melindungi orang yang paling ia cintai.
Namun, untuk mengakhiri seluruh malapetaka, hanya Api Suci atau yang sejak dahulu dikenal sebagai Dahana Pralaya yang mampu menjadi harapan terakhir. Api yang hanya dapat lahir dari pengorbanan cinta paling murni.
Dan ketika Dahana Pralaya akhirnya menyala...
Takdir Tanah Jawa pun berubah untuk selamanya.
Sebuah legenda lahir.
Sebuah hukum gaib terpatri di bumi yang telah diselamatkan oleh pengorbanan cinta sejati.
Sejak saat itulah...
Orang-orang mengenalnya sebagai...
Kutukan Cinta di Tanah Jawa.