PRAMITHA

PRAMITHA

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ajeng Dewi Paramitha. Tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan seperti ini, ia di paksa ikut dengan pria yang bernama Dhalas albagard, seorang pria yang dingin dan di kenal tanpa balas kasih. Semua itu akibat hutang piutang yang di lakukan ayahnya__hutang yang tidak pernah ia lakukan, namun harus ia yang menanggung. Mitha di jadikan sebagai jaminan, yang bisa ia lakukan hanya lah menurut kepada pria yang akan membawanya entah kemana. Baginya, menyerahkan diri pada Dhalas lebih baik dari pada menjual tubuhnya untuk melunasi hutang, yang entah kapan akan terbayar. Namun di hati kecilnya, ia sadar__ mungkin di kehidupan yang menunggunya bersama dhalas sama dengan sebuah neraka. __________________ "Satu langkah saja kau berjalan melewati pintu, kau akan tahu akibatnya." _Dhalas Albagard. "Kau akan menyiksa ku kembali?"_Ajeng Dewi Pramitha DON'T COPY MY BOOK.🚫 21+1821+
All Rights Reserved
#143
money
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines