Mengintip Maut

Mengintip Maut

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Aug 31, 2025
Tiga pemuda merantau dengan mimpi sederhana: mencari hidup yang layak, menegakkan usaha kecil, dan berbagi tawa dalam keterbatasan. Segalanya tampak biasa, sampai kota baru itu mulai menyingkap sisi kelamnya. Bisik-bisik tentang orang hilang. Bau amis yang samar terbawa angin. Sebuah pagar tinggi yang menyembunyikan lebih dari sekadar rumah megah. Dan kemudian, suara itu. Kata-kata yang terdengar wajar... sampai kau renungkan maknanya: "Kenapa kau heran? Bukankah tiap hari kalian juga menyantap yang pernah bernyawa? Bedanya, aku hanya memilih yang masih bisa menatap mataku sebelum kuhentikan napasnya." - Suroto Bambang Apa arti mimpi yang terus dikejar, bila maut perlahan ikut mengintip dari balik jendela?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Claimed in Public - [Pondphuwin]
  • The Elder Council ( RionCaine)
  • Taekook one shoot story
  • VARREL
  • ezra
  • Partner | WOOMEN
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • RAGA, THE STORM
  • Hidden Love
  • Us And Destiny

Pond, si cowok paling populer di kampus, terkenal dengan wajah tampan dan pesonanya yang bikin banyak mahasiswi jatuh hati. Sayangnya, reputasinya juga terkenal buruk: playboy kelas kakap. Anehnya, meski sering dekat dengan banyak cewek, tak satu pun yang pernah benar-benar jadi pacarnya. Teman-temannya selalu bingung-sampai akhirnya terungkap rahasia besar: Pond sudah punya pacar sejak SMA, Phuwin, yang sedang kuliah di luar negeri. Hanya segelintir teman lama yang tahu hubungan mereka. Segalanya berubah saat Phuwin mendengar kabar buruk dari Dunk-sahabat lama mereka-tentang kelakuan Pond di kampus. Tanpa memberi tahu Pond, Phuwin pindah kuliah ke kampus yang sama. Kehadirannya langsung bikin heboh: anak baru dari luar negeri, ganteng, dan karismatik. Pond yang jarang masuk kampus awalnya cuma penasaran. Tapi rasa penasarannya terjawab dengan cara paling dramatis: tepat saat seorang mahasiswi menembak Pond di depan semua orang, Phuwin muncul, merangkul Pond, mencium pipinya, dan berkata, "Sorry, dia udah punya pacar. Nggak usah gatel." Di tengah tatapan ratusan pasang mata yang terkejut, Pond hanya bisa membeku-antara kaget, malu, dan... bahagia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines