lantunan yang melirih sukma

lantunan yang melirih sukma

  • WpView
    Прочтений 68
  • WpVote
    Голосов 4
  • WpPart
    Частей 2
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published птн, нояб. 14, 2025
Rasa lelah itu seakan tak pernah hilang dari diri seorang penulis bernama Hanin andaira kusuma. Puluhan novel telah ia hasilkan. Namanya terkenal di dunia sastra. Namun di balik keberhasilan itu-ia merasa hampa seolah masih ada yang kurang dalam setiap karyanya. Suatu pagi, suara ketikan laptop berpadu dengan gemericik air dari poci kecil, hening yang nyaman menjadi teman setia di rumahnya yang sepi. "kenapa sih selalu ada yang kurang?" gumam hanin menatap layar kosong. notifikasi ponselnya berbunyi "berr-berr" "Eh, siapa yang chat pagi-pagi?" Pikirnya heran. Nomor tak dikenal mengirim pesan +62xxxxxx: p +62xxxxxx: save azkara tatih handoro kelas musik. Panggil azkara aja Hanin tersadar sudah seminggu ia ikut kelas musik untuk mengurangi rasa lelah. Tapi belum pernah menyimpan nomor teman sekelasnya, ia pun membalas singkat. you: ok askara kelasmusik: gitu doang you:? askara kelasmusik yaudah sampai ketemu di kelas Percakapan berakhir. Hanin melirik jam dinding 08:32. Kelas dimulai pukul 10, ia bergegas bersiap, lalu mengayuh sepedanya menuju tempat kursus. Udara pagi terasa segar sampai sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depannya. "Ciiit!!" Jantung Hanin berdegup kencang. Dari mobil itu keluar seseorang yang tak asing, Rendi ambara jihantoro, mantan kekasih yang ia tinggalkan karena keegoisannya. "Yang, kenapa kamu mutusin aku?" Suara Rendi menggoda seakan tak terjadi apa-apa. "Inget ya! Lo bukan pacar gue lagi!" Jawab Hanin tegas. Namun Rendi tetap memohon menahan pergelangan tangannya, berusaha mengulang cerita lama. Hanin menepis dan mengayuh sepedanya, meninggalkan lelaki itu bersama kenangan yang sudah ia buang jauh-jauh. Sesampainya di kelas musik-Hanin mencoba menenangkan diri hingga kemudian seseorang berteriak memanggil namanya dari lorong. "HANIN....!!" Ia menoleh seorang laki-laki tinggi dengan senyum hangat melambaikan tangan askara. Hanin tersenyum tipis. Sebuah pertemuan kecil yang tak ia sangka akan berubah perlahan.
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

KALAU KARYA INI MUNCUL DI TEMPAT LAIN DENGAN NAMA BERBEDA, ITU BUKAN KEBETULAN, TAPI PLAGIAT. SEGERA LAPORKAN KE AUTHOR! "Mas, bisa ga mobilnya jangan parkir depan fakultas saya? Malu dilihatin orang!" "Lho, kenapa? Mas kan cuma mau jemput calon istri... eh, calon wisudawan." "Mas Bhima!!" "Iya, Sayang? Eh, keceplosan. Latihan dulu biar terbiasa, Dek." "Dinda nanyain lho, kapan kamu main ke rumah lagi." "Ogah. Males ketemu mantan. Canggung." "Kan ke sananya bukan sebagai mantan Dinda, Dek." "Terus sebagai apa?!" "Sebagai kakak iparnya Dinda. Sekalian Mas mau ngenalin kamu ke Mama Papa sebagai the next mantu. Pakai baju yang rapi ya." "Udah gila lama lama nih orang." Nala cuma mau lulus kuliah dengan tenang. Tapi sejak datang ke nikahan mantan SMA-nya, hidupnya malah diteror oleh Bhima, kakak kandung sang mantan, yang punya misi gila: Mengubah status 'Mantan Adik Ipar' jadi 'Pasangan Hidup'. Skripsi aja belum kelar, kok udah disuruh revisi status hubungan?! [Rank #2 - di #bxb 07/02/26] [Rank #10 - di #bllokal 10/02/26] [Rank #22 - di #boyxboy 12/02/26] [Rank #1 - di #manxman 19/02/26] Publish pertama kali pada Februari 2026.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту