lantunan yang melirih sukma

lantunan yang melirih sukma

  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 14, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasromance
Rasa lelah itu seakan tak pernah hilang dari diri seorang penulis bernama Hanin andaira kusuma. Puluhan novel telah ia hasilkan. Namanya terkenal di dunia sastra. Namun di balik keberhasilan itu-ia merasa hampa seolah masih ada yang kurang dalam setiap karyanya. Suatu pagi, suara ketikan laptop berpadu dengan gemericik air dari poci kecil, hening yang nyaman menjadi teman setia di rumahnya yang sepi. "kenapa sih selalu ada yang kurang?" gumam hanin menatap layar kosong. notifikasi ponselnya berbunyi "berr-berr" "Eh, siapa yang chat pagi-pagi?" Pikirnya heran. Nomor tak dikenal mengirim pesan +62xxxxxx: p +62xxxxxx: save azkara tatih handoro kelas musik. Panggil azkara aja Hanin tersadar sudah seminggu ia ikut kelas musik untuk mengurangi rasa lelah. Tapi belum pernah menyimpan nomor teman sekelasnya, ia pun membalas singkat. you: ok askara kelasmusik: gitu doang you:? askara kelasmusik yaudah sampai ketemu di kelas Percakapan berakhir. Hanin melirik jam dinding 08:32. Kelas dimulai pukul 10, ia bergegas bersiap, lalu mengayuh sepedanya menuju tempat kursus. Udara pagi terasa segar sampai sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depannya. "Ciiit!!" Jantung Hanin berdegup kencang. Dari mobil itu keluar seseorang yang tak asing, Rendi ambara jihantoro, mantan kekasih yang ia tinggalkan karena keegoisannya. "Yang, kenapa kamu mutusin aku?" Suara Rendi menggoda seakan tak terjadi apa-apa. "Inget ya! Lo bukan pacar gue lagi!" Jawab Hanin tegas. Namun Rendi tetap memohon menahan pergelangan tangannya, berusaha mengulang cerita lama. Hanin menepis dan mengayuh sepedanya, meninggalkan lelaki itu bersama kenangan yang sudah ia buang jauh-jauh. Sesampainya di kelas musik-Hanin mencoba menenangkan diri hingga kemudian seseorang berteriak memanggil namanya dari lorong. "HANIN....!!" Ia menoleh seorang laki-laki tinggi dengan senyum hangat melambaikan tangan askara. Hanin tersenyum tipis. Sebuah pertemuan kecil yang tak ia sangka akan berubah perlahan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Nala dan Mas Juragan

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido