Ada rasa yang pernah tumbuh,
ada hangat yang pernah tinggal.
Namun, seperti daun di musim gugur,
semuanya perlahan luruh-menyisakan kenangan.
Cerpen ini tentang pertemuan yang manis,
tentang tangan yang pernah erat menggenggam,
dan tentang kepergian yang mengajarkan arti penyesalan.
Pada akhirnya, mencintai tak selalu berarti memiliki.
Kadang, cinta hanyalah tentang merelakan-
melihat ia bahagia, meski bukan bersamamu.
"Luruh - Hangat yang Tertinggal"
sebuah kisah tentang datang dan pergi,
tentang hangat yang pernah mengisi,
dan jejak yang tak pernah benar-benar hilang.
All Rights Reserved