Satu Atap [BL Lokal]

Satu Atap [BL Lokal]

  • WpView
    Membaca 4,636
  • WpVote
    Vote 124
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 6, 2026
[wajib follow sebelum membaca!] Lingga Pratama, anak bungsu Presiden Indonesia yang keras kepala dan pembangkang, membuat keluarganya pusing karena selalu gagal dijodohkan dengan wanita. Namun, ketika rahasia besar terungkap-bahwa Lingga lebih suka pria-sang Presiden akhirnya nekat menjodohkan Lingga dengan anggota TNI muda kepercayaannya, Raditya Wiratama. Raditya yang tegas, dingin, namun penuh wibawa, mencoba menaklukkan hati Lingga yang selalu melawan. Namun di balik sikapnya, Raditya menyimpan luka masa lalu sebagai anak seorang pahlawan TNI yang gugur di medan tugas. Hubungan mereka mulai tumbuh dalam kehangatan, hingga muncul badai besar: fitnah perselingkuhan Raditya dengan seorang bidan cantik yang mencoba merusak rumah tangga mereka. Cinta, pengkhianatan, kehormatan, dan politik bercampur menjadi satu, menuntun mereka menuju ujian terbesar dalam hidup dan cinta mereka. --- Pastikan selalu vote setiap kali mampir (⁠*⁠^⁠3⁠^⁠)⁠/⁠~⁠♡
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan