Our Broken Echoes [END]

Our Broken Echoes [END]

  • WpView
    LETTURE 844
  • WpVote
    Voti 246
  • WpPart
    Parti 17
WpMetadataReadCompleta ven, nov 28, 2025
| Fantasy | Young Adult | Magical Realism | Saat Rio hampir menyerahkan jiwanya kepada sang pemilik semesta, sebuah pintu justru terbuka. Di mana muncul seorang gadis bernama Tasha yang berhasil menyelamatkan nyawanya. Sayangnya, Tasha yang terkutuk itu tidak bisa menemukan jalan pulang. Karena setiap kali gadis itu membuka pintu dia akan terlempar ke dunia baru, tetapi tidak pernah kembali ke rumahnya. Itu mengapa, Tasha tidak bisa menetap lama di sebuah dunia dan akan terus melanjutkan perjalanan. Dan Rio yang frustasi dengan tekanan dari dunia asal pun saat itu mengambil keputusan ekstrem, yaitu ikut berpindah dunia. Dalam perjalanan di mana Rio hanya ingin membentuk hidup baru demi lari dari masalah dan serpihan jiwa Tasha berjatuhan setiap kali berpindah dunia, akankah mereka menemukan akhir bahagia di ujung perjalanan atau keduanya justru akan hancur bersama? *** Cerita yang ditulis merupakan fiksi semata, mohon bijak dalam mengolah informasi di dalamnya. Semoga kalian menikmati kisahnya, sebesar rasa sayangku saat menulis kisah ini. Cover digambar dan diedit oleh AIRIA.
Tutti i diritti riservati
#40
storify2025
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Chirping Town (TERBIT)
  • Random di Malam Minggu: Kumpulan Fiksimini
  • Hypnagogic
  • Next Door to the Rain
  • Ten Rumors about the Mute Girl
  • The Underling Purpose (TERBIT)
  • whom (s)he loves
  • The Confidante Plot (TERBIT)
  • Ways to Save You
  • Underground Rascal

SEBAGIAN BESAR SUDAH DIHAPUS. HANYA TERSISA 3 BAB. [The Capital #2] Chirping Town atau ChirTo-salah satu departemen aktif di perusahaan jasa eksklusif bernama The Capital. Namun, berbeda dari departemen lain yang memiliki ribuan klien, ChirTo merupakan salah satu unit layanan kecil yang jarang dibicarakan. Bahkan di bagan resmi perusahaan The Capital pun, nama Chirping Town hanya dimasukkan ke dalam "other services" yang menandakan ketidakpopuleran departemen itu. Chirping Town memiliki layanan khusus yang bergerak di bidang Professional Audience Member alias jasa penonton bayaran. Seperti nama departemennya, tugas mereka adalah membuat kicauan dan menciptakan keramaian sesuai dengan permintaan klien. Namun, tugas yang dimiliki ChirTo tidak sesederhana bersorak sorai atau bertepuk tangan seperti penonton di acara-acara televisi. Mereka harus benar-benar mampu meningkatkan pamor sang klien dengan menyembunyikan fakta bahwa mereka adalah crowd yang dibayar. Berbagai macam trik akan mereka lakukan demi menuntaskan tugas dengan sempurna. "Gawat, Bu Bos masuk rumah sakit, Guys! Keracunan makanan!" "Hah? Gimana bisa?" "Kemarin Bos dinner sama Pak Bos sebelah dan habis itu muntah-muntah." "Gila! Bos kita diracun sama Bos sebelah?" "It seems so. Jahat banget sumpah. Meski mereka musuh bebuyutan, tapi masa sampai ngeracunin-" "Fitnah teroooos! Lo nggak tahu apa Bos gue juga lagi terkapar di RS gara-gara makan bareng Bos lo!" "Nggak usah ikutan nyamber, deh. Gue nggak ngomong sama tim lo!" "Ya, suara lo jangan kenceng-kenceng Maimunah, yang punya ruangan ini bukan tim lo doang!" Pertengkaran, adu mulut, dan persaingan antar pekerja adalah peristiwa yang lumrah terjadi di ChirTo. Namun, bagaimana jika departemen itu terjebak dalam sebuah situasi yang mengharuskan mereka untuk menurunkan ego dan bekerja sama dengan lawan? *** "Everyone, listen to me carefully. ChirTo hanya butuh satu kepala untuk memimpin dan-" "Dan satu kepala itu gue." "Shut up. Lo ngerusak orasi gue!"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti