We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Have not Had Time

Have not Had Time

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di SMA gemilang seorang Jovan dikenal sebagai si kalem , memang di luar kalem namun isi kepalanya penuh ide jahil. Terkadang tiba tiba-tiba tersenyum tipis membuat teman-temannya curiga "Dia lagi mikir apa ya ?". Jovan jarang marah namun dia ahlinya membuat yang lain kesal karena tingkahnya. Namun tidak ada yang bisa marah setelah melihat wajah kalem dan polosnya itu. Untungnya empatinya cukup tinggi dan dia tau batas jadi kejahilannya tidak menyakiti. Namun dibalik kejahilannya Jovan menyimpan rasa pada sahabatnya-Aluna. Hingga suatu hari dia akhirnya tahu bahwa Rendra, sahabatnya sejak SMP sekaligus partner kejahilannya ternyata menyukai Aluna. Jovan memutuskan untuk membantu keduanya setelah mengetahui jika Aluna juga menyimpan rasa pada Rendra. Lewat kejahilannya ia mendorong keduanya untuk bersama. Di tengah rasa kosong yang mulai menghampiri Jovan salah satu teman kelasnya yang ternyata selama ini memperhatikannya secara diam-diam perlahan mulai mendekatinya ~~ "Lagu yang tadi... kamu bikin sendiri?" tanyanya pelan. Jovan kaget, tapi senyum. "Iya. Nggak bagus sih, cuma iseng." Dia mengangguk. "Iseng kamu... kadang bikin orang senyum seharian." Jovan menoleh, matanya sedikit bingung. "Kamu sering lihat aku ya?" Dia hanya tersenyum, lalu berdiri. "Aku duduk di belakang. Tapi aku nggak pernah benar-benar jauh."
All Rights Reserved
#424
cowok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines