Moonlight on Borrowed Time

Moonlight on Borrowed Time

  • WpView
    LECTURAS 871
  • WpVote
    Votos 85
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 27, 2026
Update setiap hari Jumat, pukul 20:00 WIB Di sebuah kota yang penuh hiruk-pikuk, tempat ribuan orang berlalu-lalang tanpa saling pandang, Arya Kristanto hidup di tepian kesunyian-seorang putra sulung yang memikul beban hidup, bertahan dari hari ke hari hanya dengan guratan sketsa dan cerita yang ia tulis sebagai bukti bahwa dirinya pernah ada. Selene Arvandis, seorang model dan aktris yang dipuja, melintasi kota yang sama di balik sorot lampu, tepuk tangan, dan topeng yang tak pernah benar-benar bisa ia lepaskan. Ketika takdir mempertemukan mereka, bukan sekali, melainkan berulang kali, sebuah benang rapuh mulai terjalin di antara dua dunia yang tak seharusnya bersinggungan-antara kesunyian dan ketenaran, antara ketulusan dan kepura-puraan. Namun, semakin dekat mereka menemukan tempat untuk bersandar, semakin kejam tuntutan harga yang harus mereka bayar. Karena terkadang... takdir memang kejam. Namun, bukan berarti kita tidak diperbolehkan untuk mengumpulkan dan menghormati kenangan itu.
Todos los derechos reservados
#1
aesthetic
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido