Perirana nan Perlina

Perirana nan Perlina

  • WpView
    Leituras 150
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, nov 5, 2025
「Siapa pun bisa mendapati kilau itu di mata Niv. Lambat laun, pasti banyak yang akan menyaksikan Niv di pensi. Dan itu akan terjadi.」 Nea dan Niv berbeda di banyak hal, tapi mereka berdua sama-sama ingin Niv tampil di panggung pensi. Berbakat, ceria, dan menawan-Nea yakin saudari kembarnya itu mampu melakukannya. Berbagai cara Nea jalani untuk mendukung Niv sejak audisi, mulai dari membantu memilih lagu, mengingatkan latihan, hingga secara finansial. Apa pun untuk Niv. Karena itu yang Niv inginkan, benar, bukan? Kecuali ketika tiba-tiba Niv berkata akan mundur dari keikutsertaannya, dan Nea terjebak di antara dua keputusan. Haruskah dia mendukung Niv berhenti, atau tetap menuruti janjinya untuk mengubah mimpi panggung Niv menjadi nyata? Benarkah semua ini tentang Niv dan bukan tentang Nea sendiri?
Todos os Direitos Reservados
#473
sisterhood
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo